JAKMAS || GUNUNGKIDUL — Di tengah kompleks Pemakaman Umum Ngleri Kulon, Kalurahan Ngleri, Kapanewon Playen, berdiri cungkup yang menjadi saksi bisu perjuangan tokoh pendiri desa ini: Kyai Potrojoyo. Beliau bukan sekadar leluhur, melainkan sosok prajurit tangguh sekaligus perintis yang mengubah hutan belantara menjadi permukiman yang makmur hingga hari ini.
Dahulu, Kyai Potrojoyo adalah prajurit andalan yang mengabdi di lingkungan Kerajaan Mataram. Sekitar tahun 1670 Masehi, beliau memulai perjalanan suci membuka wilayah yang kala itu masih berupa hutan lebat bernama Dusun Karangkuwang atau Pocung. Berkat ketekunan dan keberaniannya, daerah itu kini tumbuh menjadi Desa Ngleri yang kita kenal sekarang.
Di dalam cungkup makam yang telah direnovasi dengan baik ini, terdapat empat pusara berbingkai kayu jati yang kokoh. Berdampingan dengan makam Kyai Potrojoyo, terbaring istri tercinta beliau Nyai Potrojoyo, serta menantu sekaligus rekan perjuangannya Ki Honggojoyo (sering disebut Kyai Onggo Joyo) beserta istrinya. Bersama-sama, mereka meletakkan dasar kehidupan, keamanan, dan kemakmuran bagi generasi penerus di tanah ini.
Hingga kini, makam ini tak hanya menjadi tempat ziarah spiritual, melainkan juga pengingat akan semangat pengabdian dan kerja keras para pendahulu yang mewariskan desa yang damai dan berbudaya.,(Mad/Nis).