JAKMAS || Nasional - Neo Letto atau yang punya nama asli Sabrang Mowo Damar Panuluh akhirnya angkat bicara setelah namanya ramai disorot publik terkait perannya sebagai Tenaga Ahli Dewan Pertahanan Nasional.
Melalui kanal YouTube pribadinya, ia memilih tidak menghindar dari kritik. Bagi Sabrang, suara publik baik yang marah, kecewa, skeptis, maupun mendukung bukanlah ancaman, melainkan data berharga yang perlu dibaca dengan kepala dingin.
"Gus Sabrang " menegaskan bahwa sikap kritis masyarakat adalah bagian sehat dari demokrasi. Dalam pandangannya, rakyat yang bersuara keras bukan musuh negara, melainkan cermin yang menunjukkan apa saja yang perlu dibenahi.
Sejak jauh sebelum bergabung secara resmi di Tenaga ahli Dewan Pertahanan Nasional di Bawah komando Mentri Pertahanan Bapak Syafri Syamsudin , ia mengaku telah terbiasa mengkritik sekaligus memberi masukan, tanpa harus kehilangan independensi berpikir.
Putra Emha Ainun Nadjib itu menekankan bahwa tugas tenaga ahli bukanlah melayani kepentingan kekuasaan, melainkan setia pada realitas objektif dan kepentingan negara. Ia juga menyoroti persoalan klasik yang kerap berulang, yakni komunikasi publik
pemerintah yang cenderung emosional saat menghadapi bentuk kritikan. Menurutnya, kritik seharusnya diakui, direspons secara baik dan rasional, lalu ditindaklanjuti dengan komitmen yang nyata
Melihat jurang antara pejabat dan masyarakat yang kian melebar, Sabrang menawarkan gagasan pemanfaatan kecerdasan buatan sebagai jembatan komunikasi. Ia membayangkan sebuah platform yang menghimpun aspirasi publik dan mengolahnya secara objektif, bebas dari bias emosi.
Sebagai bentuk akuntabilitas, ia menetapkan komitmen satu tahun. Jika rekomendasinya tak digunakan dan kehadirannya tak memberi manfaat, ia menyatakan siap mundur dari Tenaga ahli dewan pertahanan nasional (DPN) "Jelasnya ".(Jhon).