JAKMAS || JAKARTA — Perjalanan luar biasa datang dari seorang putra daerah Pandeglang, Jawa Barat. Lahir pada 14 Juli 1973, Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto kini memegang tampuk pimpinan tertinggi institusi Polri sejak 1 Oktober 2026. Langkahnya tak terlepas dari dedikasi panjang di bidang reserse yang ia tekuni sejak awal karier.
Lulusan Akademi Kepolisian angkatan 1994 ini terus memperkuat bekal ilmunya. Ia menempuh PTIK pada 2003, meraih magister Kajian Ilmu Kepolisian di Universitas Indonesia tahun 2010, serta menyelesaikan pendidikan SESPIMTI pada 2018. Gelar sarjana hukum pun ia peroleh dari Universitas Langlangbuana, membuktikan semangat belajarnya tak pernah padam.
Langkah awal karier dimulai dari Kanit II Resmob Polda Metro Jaya. Berbagai jabatan strategis kemudian diembannya, mulai dari Kapolsek Pasar Minggu, Kasat Reskrim, hingga Kapolres Metro Jakarta Pusat. Pengalaman ini mengasah ketajamannya dalam membaca jejak kejahatan di tengah hiruk-pikuk ibu kota.
Namanya kian diperhitungkan saat memegang peran penting dalam sejumlah kasus besar. Terlibat langsung mengungkap misteri penyiraman air keras terhadap penyidik KPK serta membongkar kasus perampokan dan pembunuhan di Pulomas, Jakarta Timur. Keberhasilan ini menegaskan ketajaman analisisnya sebagai spesialis reserse yang andal.
Jabatan pun terus naik seiring kinerja yang konsisten. Mulai dari Wakapolda Metro Jaya, Kapolda Banten, hingga dipercaya memimpin Kepala Badan Narkotika Nasional. Di setiap tempat, Suyudi membawa perubahan nyata, membuktikan bahwa kompetensi dan integritas adalah kunci kepercayaan yang tak ternilai.
Puncak pengabdian diraih saat dilantik menjadi Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia. Bersama istri tercinta, Dewi Yuali, dan dua anaknya, Suyudi kini memikul amanah terbesar. Semoga kepemimpinannya membawa Polri kian profesional, dicintai masyarakat, dan menjaga keamanan bangsa dengan penuh keadilan. (Timred).