JAKMAS || JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Rocky Gerung sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Penunjukan ini menjadi babak baru bagi sosok yang selama puluhan tahun dikenal luas sebagai akademisi, filsuf, dan pengamat politik yang vokal dan kritis.
Rocky Gerung lahir di Manado, Sulawesi Utara, pada 20 Januari 1959. Ia menempuh pendidikan filsafat di Universitas Indonesia dan lulus tahun 1986, kemudian mengajar di almamaternya selama sekitar 15 tahun serta menyusun berbagai kajian sosial-politik yang mendalam.
Selain dunia akademik, Rocky aktif membangun ruang demokrasi dan masyarakat sipil. Ia merupakan salah satu pendiri Setara Institute dan tergabung dalam Perhimpunan Pendidikan Demokrasi, pemikirannya semakin dikenal publik melalui diskusi terbuka dan berbagai media nasional.
Selama pemerintahan sebelumnya, Rocky dikenal sebagai sosok yang konsisten menyampaikan kritik tajam kebijakan pemerintah. Ia mengaku tetap berdiri pada prinsipnya meski kerap berada di posisi minoritas, karena baginya kritik adalah bentuk kepedulian yang tulus.
Kini, dari luar lingkaran pemerintahan, Rocky justru mendapat kepercayaan untuk memberikan masukan langsung kepada Presiden. Hal ini membuktikan bahwa demokrasi memberi ruang bagi perbedaan pandangan untuk tumbuh berdampingan secara elegan.
Rocky menegaskan masuknya ke Wantimpres tidak akan mengubah watak kritisnya. Kritik yang ia sampaikan tetap ditujukan untuk perbaikan kebijakan bangsa, bukan serangan pribadi, dan akan disampaikan secara konstruktif di dalam maupun luar ruang rapat.
Penunjukan ini menjadi simbol bahwa perbedaan pandangan justru memperkuat pemerintahan. Tradisi berpikir kritis yang dibangun Rocky selama bertahun-tahun kini membawa manfaat lebih luas bagi proses pengambilan keputusan di tingkat negara.(Timred).