JAKMAS || Jawa Timur - Tradisi selamatan menjadi penanda kesiapan pabrik gula memasuki musim giling dan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara perusahaan petani tebu,dan pemerintah daerah dalam mendukung program swasembada gula nasional.
Tidak hanya selamatan namun ada kirab budaya dan Manten Tebu,yaitu ritual adat Jawa berupa "pernikahan "simbolis sepasang batang tebu jantan dan betina,tradisi turun temurun ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus doa agar musim giling tahun ini berjalan lancar,hasil panen melimpah ,serta hubungan kemitraan dengan petani tebu dan pabrik semakin erat.
Dalam acara itu turut hadir Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi,Bupati Mojokerto Gus Barra yang di wakili oleh Asisten || Perekonomian dan pembangunan Setdakab Mojokerto Nuryadi,Jajaran manajemen PG Gempolkrep ,serta para mitra petani tebu.
Di dalam sambutanya General Manager PG Gempolkrep Edy Purnomo ,S.T.P "menyampaikan" Musim giling tahun 2026 di mulai 29 Mei mendatang,pada musim produksi kali ini PG Gempolkrep Mendapat amanah untuk mengelola tebu darai petani rakyat mitra binaan dengan target cukup ambisius.
Tahun ini di targetkan mencapai 1,1 juta ton tebu dengan harapan mampu menghasilkan gula diatas 75 ribu ton,target tersebut merupakan bagian dari komitmen PG Gempolkrep dalam mendukung program Ketahanan pangan dan energi nasional melalui percepatan swasembada gula"ujarnya".
Selain mengejar target produksi,PG Gempolkrep juga terus berupaya memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat sekitar,khususnya meningkatkan kesejahteraan petani tebu melalui sistem kemitraan berkelanjutan"pungkasnya".
Disisi lain Direktur Utama PT SGN Mahmudi "mengatakan " targetnya musim giling 2026 sekitar 20 juta ton tebu dari 39 pabrik gula yang di bawah naungan SGN di seluruh Indonesia.
Sementara target produksi gula nasional tahun ini sekitar 1,3 juta ton ,sedangkan PG Gempolkrep sendiri di targetkan menggiling sekitar 1,1 juta ton tebu dengan produksi gula sekitar 75 ribu ton hingga 80 ribu ton "ujarnya".
PT SGN berkomitmen penuh menjalankan arahan dari presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat swasembada gula nasional melalui revitalisasi pabrik gula secara bertahap.
Pemerintah juga terus mendorong peningkatan produktivitas tebu melalui intensifikasi budidaya dukungan pupuk subsidi ,dan perbaikan tataniaga gula hingga penyediaan Kredit Usaha Rakyat (KUR)yang dinkhusukan buat petani tebu.
Dukungan KUR khusus hingga Rp 500 Juta dengan bunga 6 persen bagi petani tebu,semoga tahun ini menjadi tahun yang baik bagi para petani tebu ,pemerintah menugaskan PT SGN melakukan pembangunan tiga pabrik gula baru yang masih dalam kajian,di Sumsel,Jabar dan SulSel"pungkasnya".(Jhn /MH)