JAKMAS | SURABAYA – Di balik energi yang menggelegar dan penampilan garang yang menjadi ciri khas panggung musik cadas, tersimpan hati yang lembut dan nurani yang jernih. Inilah wajah sesungguhnya dari para pecinta dan pelaku musik rock Surabaya—kota yang dikenal sebagai gudangnya talenta musik keras di Jawa Timur. Di sini, keberagaman lintas generasi melebur menjadi satu, terikat erat oleh rasa persaudaraan yang kokoh dan empati yang tak terhingga.
Kebangkitan kembali musik rock klasik di era kini bukan sekadar tentang alunan nada yang keras, melainkan tentang bagaimana nilai persahabatan, persatuan, dan kepedulian tumbuh dan bergerak serentak. Nilai-nilai itu telah menjadi landasan tak tertulis bagi komunitas ini, yang kerap mewujudkan kebersamaan dalam aksi nyata: konser amal kolosal yang melibatkan berbagai elemen, bergerak terukur, dan berdedikasi tinggi demi sesama.
Salah satu bukti nyata kehangatan itu terwujud pada Sabtu, 23 Mei 2026. Di bawah naungan Rocklaw yang dipandegani oleh Abah Dodon, digelar sebuah malam istimewa bertajuk “In Memoriam Tobi”. Berlangsung mulai pukul 16.00 hingga 23.00 WIB di Kateko Cafe, Jalan Sumatera No. 21 Surabaya, acara ini menjadi momen haru sekaligus megah—tepat bertepatan dengan peringatan 40 hari kepergian sang legenda, Totok Supriyanto atau yang akrab disapa Tobi, salah satu vokalis rock kebanggaan Surabaya yang telah berpulang ke rahmatullah.
Lebih dari sekadar konser, malam itu adalah wujud bakti dan penghormatan tertinggi. Segala bentuk dukungan mengalir deras: mulai dari hasil penjualan merchandise, sumbangan pribadi, pengumpulan dana langsung di lokasi, hingga kontribusi fasilitas dari berbagai pihak. Seluruh donasi yang terkumpul telah diserahkan secara langsung kepada putri tercinta almarhum, menjadi waris kasih sayang dari keluarga besar musik Surabaya.
Panggung malam itu pun dihiasi oleh penampilan memukau dari 16 grup musik pilihan yang siap menggetarkan hati dan mengenang karya-karya sang sahabat. Barisan nama besar tersebut meliputi TENTON, Deathonator, Sepor India, Metalcoholic, Maha Band, Kiminobite, Half Lunch, D'Lion King, Dartox n The Gank, Ware House, HDSI, The Portals, Lantai Dua, Soundhardness, X60 Jaran, dan Laskar Metal. Suasana semakin hidup dan hangat dipandu oleh para pembawa acara andalan: Cak Pram, Cak Cahyo, Cak Kasandra, dan Bli Made.
Tak hanya musik, kehadiran para dedengkot, pendiri komunitas, dan pelaku industri musik serta EO Surabaya menjadi saksi betapa besarnya rasa hormat kepada almarhum. Di antaranya tampak hadir Bang Darwin Fortune, Bang Hisyam, Cak Andik, Cak Pardi Artin, Thoriqansyah, Cak Ahmad, Cak Anggoro, Bang Rere, Hendrik Sanada, Utami Punky, Yani Guitaris, Lady Rocker Endah Koeswantoro, serta perwakilan dari komunitas Motor Gede. Kehadiran mereka melengkapi kebersamaan yang penuh makna malam itu.
Di penghujung acara, Abah Dodon selaku penggagas kegiatan ini menyampaikan rasa syukur dan terima kasih yang mendalam. “Terima kasih sebesar-besarnya kepada seluruh teman-teman yang telah hadir, panitia yang bekerja keras, para donatur yang berhati mulia, dan seluruh grup musik yang bersedia menampilkan karya terbaiknya di sini. Segalanya berjalan sangat baik, kondusif, dan penuh kehangatan,” ujar Abah Dodon dengan nada haru.
“Momen ini adalah wujud nyata rasa hormat dan kepedulian kami semua untuk almarhum sahabat kami, Cak Tobi. Semoga segala amal ibadah beliau diterima di sisi Allah SWT, dan kenangan akan semangat serta karya beliau senantiasa abadi di hati kami semua,” tambahnya, menutup malam yang tak terlupakan bagi sejarah musik rock Surabaya ini.(Ek/Jhn).