Pabrik Pengolahan Ban Bekas di Mojokerto Ludes Terbakar, Api Sulit Dijinakkan Gegara Tumpukan Karet

JAKMAS | MOJOKERTO – Kebakaran hebat melanda pabrik pengolahan ban bekas milik CV Indah Sentosa Ban yang berlokasi di Kelurahan Gununggedangan, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, pada Selasa (26/5/2026). "Si Jago Merah" dengan cepat melalap hampir seluruh bangunan dan isinya, dan butuh waktu berjam-jam bagi petugas pemadam untuk mengendalikan kobaran api yang terus membesar.
 
Hingga pukul 17.00 WIB atau sekitar empat jam setelah peristiwa terjadi, asap hitam pekat masih mengepul tinggi ke langit dan kobaran api belum sepenuhnya padam. Api bahkan terlihat telah merambat hingga ke tumpukan ban yang ada di halaman luar pabrik. Untuk mengatasi situasi darurat ini, Dinas Pemadam Kebakaran Kota Mojokerto menurunkan 8 unit mobil pemadam yang bekerja secara bergantian menyorotkan air ke berbagai titik panas.
 
Suyitno, Komandan Regu Damkar yang memimpin operasi di lokasi, menyebutkan bahwa tantangan terbesar justru datang dari jenis barang yang disimpan di lokasi tersebut. Sebab, pabrik ini memproses bahan baku karet dan ban bekas yang memiliki sifat sangat mudah terbakar serta sulit dipadamkan begitu api sudah melebar. Meski pasokan air lancar dan tidak ada kendala suplai, proses pendinginan dan pemadaman berjalan lambat.
 
“Masalah air tidak ada, cukup lancar. Tapi kendalanya ada pada material di sini sendiri, semuanya berbahan karet dan sangat mudah terbakar. Begitu api menjalar, cepat sekali membesar dan susah dikendalikan. Saat ini progres pemadaman sudah sekitar 70 persen, masih ada sisa 30 persen titik api yang sedang kami jinakkan perlahan agar tidak menyala kembali,” ungkap Suyitno.
 
Kerugian materiil akibat kejadian ini terbilang sangat besar. Api tidak hanya menghanguskan tumpukan gunungan ban bekas, tetapi juga memusnahkan aset produksi milik perusahaan. Berbagai peralatan mahal seperti mesin pengolahan, troli pengangkut, mesin diesel, hingga alat berat berupa forklift yang ada di dalam gudang ikut ludes terbakar menjadi abu.
 
Kabar baiknya, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam insiden ini. Hal tersebut dikonfirmasi langsung oleh Kapolsek Magersari, Kompol Amat. Menurut keterangannya, musibah terjadi saat jam kerja sudah selesai dan seluruh karyawan sedang libur, sehingga tidak ada orang yang berada di dalam lokasi saat api mulai berkobar.
 
“Alhamdulillah aman, tidak ada laporan korban meninggal atau luka bakar. Saat kejadian memang sedang tidak ada pekerja yang bertugas,” tegas Kompol Amat.
 
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran hingga kini belum diketahui. Pihak kepolisian enggan berspekulasi soal dugaan korsleting listrik atau faktor lain sebelum ada hasil pengecekan lengkap. Seluruh berkas dan penanganan kasus ini selanjutnya akan diserahkan ke Polres Mojokerto Kota untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih mendalam.
 
“Kami belum bisa memastikan pemicunya apa, apakah faktor teknis atau hal lain, semuanya masih diselidiki. Tahap lidik dan sidik selanjutnya akan kami limpahkan ke Polres Mojokerto Kota,” pungkas Kompol Amat.(Wandi/Jhon).
Previous Post Next Post