JAKMAS | MOJOKERTO – Kawasan Candi Brahu, Desa Bejijong, Trowulan, dipadati ratusan umat Buddhis pada Minggu (17/5/2026) sore. Mereka dengan sukacita menyambut kedatangan puluhan biksu lintas negara yang sedang menempuh perjalanan spiritual "Indonesia Walk For Peace 2026" menjelang puncak peringatan Waisak di Candi Borobudur.
Sesampainya di lokasi, para biksu melakukan ritual sakral Pradaksina, yaitu mengelilingi bangunan Candi Brahu sebanyak 7 kali sambil melafalkan doa. Prosesi ini berlangsung sangat khidmat dan diikuti langsung oleh seluruh umat yang hadir. Usai ritual, rombongan disambut secara adat oleh para budayawan berbusana khas Majapahit, lengkap dengan payung agung dan simbol nasionalis yang mengiringi penyambutan.
Ketua Yayasan Lumbini Mahavihara Mojopahit, Rudy Budiman menjelaskan, kegiatan ini adalah perjalanan spiritual sejauh kurang lebih 660 KM yang ditempuh berjalan kaki dari Bali menuju Borobudur dalam rangka menyambut puncak Hari Raya Waisak.
"Sepanjang perjalanan ini, para biksu menebar pesan kedamaian khususnya bagi Indonesia, serta mengajak pada perdamaian dunia," ujar Rudy.
Rombongan yang terdiri dari 58 biksu ini berasal dari empat negara, meliputi 43 biksu dari Thailand, 4 dari Malaysia, 3 dari Laos, dan 8 biksu dari Indonesia.
Setelah rangkaian kegiatan di Candi Brahu selesai, rombongan bergerak menuju Maha Vihara Mojopahit untuk beribadah, berbagi ajaran Dharma, dan beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan ke Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi bukti persaudaraan lintas bangsa serta kelestarian nilai sejarah dan budaya Nusantara.(Jhon/Timred).