JAKMAS | MOROWALI – Minggu, 17 Mei 2026, Desa Puntarimakmur, Kecamatan Witaponda, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, berbalut suasana religius yang kental. Di bawah tenda hijau bertuliskan besar “Selamat Datang di Ulang Tahun Yayasan Pondok Pesantren 'Salafiyah Ridholloh' ke-45”, ribuan santri, pengurus, alumni, tokoh agama, dan warga masyarakat berkumpul merayakan momen istimewa ini. Acara digelar sangat sederhana namun penuh kekhidmatan, sesuai dengan prinsip dan ajaran yang selalu dikembangkan lembaga ini.
Puncak peringatan ulang tahun yang ke-45 ini dipusatkan pada kegiatan Khodmil Quran atau membaca Al-Qur'an secara bersama-sama hingga selesai. Suara lantunan ayat suci bergema merdu memenuhi lokasi, menciptakan ketenangan dan kedamaian bagi semua yang hadir. Turut hadir langsung dan memimpin jalannya acara, Pimpinan Ponpes Salafiyah Ridholloh, GB Moh. Thoha MBI, sosok yang sangat dihormati dan dicintai umat. Tampak beliau duduk tenang, mengenakan busana sederhana, peci hitam, sedang membaca kitab dan berzikir, menjadi teladan nyata kesederhanaan dan ketakwaan.
Dalam sambutannya yang menyentuh hati, Gus Thoha —sapaan akrab beliau— mengungkapkan rasa syukur yang mendalam ke hadirat Allah SWT atas perjalanan panjang 45 tahun lembaga ini berdiri, berkembang, dan senantiasa mampu menjadi wadah pendidikan dan pembinaan akhlak yang bermanfaat bagi umat dan lingkungan. Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya, tulus dan lugu, kepada seluruh hadirin yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran untuk hadir, mendukung, serta senantiasa mendoakan kemajuan dan kelestarian ponpes ini dari masa ke masa.
“Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah yang telah memampukan kita sampai di usia ke-45 ini, melewati berbagai rintangan dan ujian dengan tetap teguh pada jalan yang lurus. Saya juga mengucapkan terima kasih tak terhingga kepada Bapak, Ibu, dan saudara sekalian yang sudah berkenan hadir dan mendukung kami. Kehadiran dan doa kalian adalah kekuatan serta semangat terbesar bagi kami untuk terus berkarya mendidik generasi penerus yang berakhlak mulia,” ujar Gus Thoha penuh haru dan rendah hati.
Peringatan ini sengaja dikemas tanpa kemegahan berlebih, murni sebagai wujud pengamalan nilai-nilai keislaman dan keteladanan, sehingga tercipta suasana yang damai, sakral, serta semakin mempererat tali persaudaraan di antara seluruh elemen masyarakat Morowali - (Bambang/Jhon).