Padang Bulan Mei 2026 Tetap Meriah: Ribuan Orang Hadir Meski Cak Nun dan Gus Sabrang Tak Ada

Photo Suasana Padang Mbulan 29 mei 2026

JAKMAS |JOMBANG – Tradisi pertemuan rutin bulanan komunitas Maiyah yang dikenal dengan nama Padang Bulan, kembali digelar pada Jumat, 29 Mei 2026 malam. Bertempat di halaman Omah Maiyah, Desa Menturo, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, acara yang diselenggarakan sebulan sekali ini berlangsung sangat meriah dan dipadati ribuan hadirin yang berdatangan dari berbagai wilayah.
 
Meskipun dua tokoh sentral yang selalu ditunggu kehadirannya, yaitu Emha Ainun Nadjib atau akrab disapa Cak Nun dan Gus Sabrang, dikabarkan tidak hadir, hal itu sama sekali tidak menyurutkan antusiasme warga. Sejak sore hari, arus kendaraan dan manusia sudah mulai memadati akses jalan menuju lokasi. Ribuan orang dari berbagai kalangan, mulai dari warga sekitar, kaum santri, pemuda, hingga para penggiat budaya, tetap datang berbondong-bondong untuk meramaikan momen silaturahmi akbar yang sudah menjadi jadwal rutin setiap bulan ini.
 
Meski tanpa kehadiran Cak Nun dan Gus Sabrang, jalannya acara tetap berjalan lancar, hidup, dan penuh makna. Tampil memimpin jalannya kegiatan adalah sejumlah tokoh kunci komunitas, di antaranya Sudrun, serta para pengurus inti Maiyah lainnya. Turut hadir dan memberikan pencerahan serta semangat, sejumlah kyai dan ulama terkemuka, termasuk tokoh agama asal Kabupaten Ponorogo. Kehadiran para tokoh ini menjamin nilai-nilai dan pesan kemanusiaan yang biasa disampaikan dalam setiap pertemuan bulanan ini tetap tersampaikan dengan baik dan menyentuh hati.
 
Salah satu daya tarik utama malam itu adalah penampilan istimewa dari grup musik Kyai Kanjeng. Alunan musik yang sarat makna, syair-syair ketuhanan, dan irama khas yang menjadi ciri khas komunitas Maiyah berhasil membius ribuan hadirin. Suasana semakin syahdu dan hikmat saat seluruh hadirin ikut bernyanyi serta meresapi setiap lirik yang dibawakan, menciptakan suasana keagamaan dan persaudaraan yang kental.
 
“Saya sudah rutin datang ke sini setiap bulan. Padang Bulan ini memang acara kami sebulan sekali, sudah jadi kebutuhan hati untuk berkumpul dan belajar bersama. Meskipun hari ini Cak Nun dan Gus Sabrang berhalangan hadir, semangat kebersamaannya tetap sama, bahkan rasanya semakin erat. Ribuan orang yang datang ini buktinya, kami tetap merasa nyaman dan damai berada di sini,” ungkap salah satu jamaah yang hadir dengan antusias.
 
Kehadiran ribuan warga ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi Padang Bulan telah mengakar kuat di hati masyarakat. Nilai yang dibangun bukan sekadar tentang kehadiran satu atau dua tokoh, melainkan tentang kebersamaan, persaudaraan, dan pencarian makna kehidupan yang dikukuhkan setiap bulan.
 
Acara rutin bulanan ini berlangsung hingga larut malam dengan penuh ketertiban dan kekhidmatan. Warga pun pulang dengan hati gembira, membawa pulang pesan damai dan semangat persatuan yang terus dijaga dan dikembangkan di Omah Maiyah Desa Menturo(Bagus/Heri p).
Previous Post Next Post