Gempar! Jenazah Pria Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung di Sungai Brantas Mojokerto

Photo saat evakuasi 

JAKMAS | MOJOKERTO – Suasana di sekitar bantaran Sungai Brantas, wilayah Desa Ngingas Ngrembyong, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, mendadak ramai dan penuh keheranan pada Kamis (28/5/2026) siang. Warga yang sedang beraktivitas di sekitar lokasi dikejutkan oleh penemuan sesosok tubuh manusia yang terlihat mengapung dan terbawa arus deras sungai sekitar pukul 14.15 WIB.
 
Berdasarkan keterangan warga, jenazah tersebut pertama kali terlihat di dekat lokasi dam sipon. Dari pengamatan awal, korban diperkirakan berjenis kelamin pria, berusia sekitar 60 tahun, memiliki ciri khas kepala gundul, dan saat ditemukan hanya mengenakan celana pendek berwarna hitam. Tidak ditemukan barang bawaan atau tanda pengenal apa pun di dekat jasadnya.
 
Proses pengangkatan jasad ini ternyata tidak mudah dan berlangsung cukup menegangkan. Arus Sungai Brantas yang waktu itu sedang mengalir sangat deras membuat tubuh korban terus bergerak, timbul tenggelam, dan menjauh dari tepian, sehingga menyulitkan petugas untuk mendekat dan menjangkaunya.
 
Tim gabungan yang terdiri dari unsur BPBD Kabupaten Mojokerto, relawan PMI, komunitas Birunya Cinta, LSM Mojokerto, hingga Relawan Punokawan Majapahit segera bergerak menggunakan perahu karet. Mereka bahu-membahu berjuang menembus arus deras demi mengamankan jasad tersebut.
 
“Kami butuh waktu hampir satu jam lebih untuk melakukan penyisiran dan berusaha meraih tubuh korban karena arus sungai cukup kencang dan berbahaya. Namun berkat kerja sama yang kompak antar tim, akhirnya jasad berhasil ditarik ke daratan dengan selamat,” ungkap Canda Hertadi, salah satu anggota relawan BPBD yang terlibat langsung di lokasi.
 
Setelah berhasil diangkat ke tepi, jenazah langsung dibawa menggunakan ambulans menuju kamar jenazah RSUD dr Wahidin Sudirohusodo, Kota Mojokerto. Di sana, pihak kepolisian dari Unit Satreskrim Polres Mojokerto Kota akan melakukan pemeriksaan dan identifikasi lebih lanjut untuk mengetahui jati diri serta penyebab kematian korban.
 
Hingga saat ini, belum ada laporan keluarga yang kehilangan anggota keluarga dengan ciri-ciri tersebut. Pihak berwenang pun membuka akses informasi dan mengimbau masyarakat luas. Bagi siapa saja yang merasa kehilangan kerabat laki-laki lansia, berkepala gundul, dan terakhir mengenakan celana pendek hitam, dimohon segera mendatangi RSUD dr Wahidin Sudirohusodo atau melapor ke kantor polisi terdekat guna pengecekan lebih lanjut.(Anwar/Wandi).
Previous Post Next Post