Seorang Lansia di Mojoagung Ditemukan Meninggal Dunia di Rumahnya ,Tidak ada Tanda Penganiayaan



JAKMAS || Jombang – Pria lanjut usia ditemukan meninggal dunia di rumahnya tepatnya di Dusun Subontoro Santran, Desa Mojotrisno, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, Selasa Pagi  (6/1/2026) . 

Korban diketahui bernama S. Hariyono (73) yang selama ini tinggal seorang diri,sehingga mayatnya baru di ketahui warga beberapa hari kemudian setelah bau busuk menyengat di area lokasi kejadian.

Kompol Yogas S.H Kapolsek Mojoagung "menjelaskan" Penemuan jenazah bermula saat anak korban, Eli Zufita, datang ke rumah ayahnya sekitar pukul 08.00 WIB untuk mengantarkan kebutuhan pokok. Kegiatan tersebut merupakan rutinitas yang biasa dilakukan dua kali dalam seminggu.

Pada waktu sampai di rumah, pintu dalam keadaan tertutup tetapi tidak terkunci. Setelah masuk, saksi mencium bau tidak sedap dan melihat kondisi rumah yang tidak seperti biasanya,” terang Yogas, saat dikonfirmasi awak media  Selasa siang (6/1/2026) .

Anaknya (Sebagai saksi)merasa khawatir , kemudian mencari keberadaan ayahnya dan menemukan korban sudah tidak bernyawa di bagian dapur rumah. Posisi tubuh korban terlentang dengan kepala bersandar pada sebuah bangku kecil.

Kemudian peristiwa tersebut segera dilaporkan kepada perangkat desa setempat dan diteruskan ke Polsek Mojoagung untuk penanganan lebih lanjut.

Sementara dari keterangan keluarga, korban terakhir kali bertemu anaknya pada Rabu (31/12/2025) sekitar pukul 09.00 WIB. Sementara sejak Sabtu malam (3/1/2026), korban sudah tidak bisa dihubungi melalui telepon.

Sehari-hari, almarhum diketahui bekerja sebagai sopir dan kerap beraktivitas di sekitar rumah. Seorang warga setempat, Vivid Firdaus, pemilik warung kopi di seberang rumah korban, mengatakan bahwa biasanya korban datang membeli kopi setiap sore.

“Waktu terakhir saya melihat beliau ke warung Sabtu sore sekitar pukul 15.00 WIB. Setelah itu tidak pernah terlihat lagi,” Jelasnya".

Petugas medis dari Puskesmas Mojoagung yang melakukan pemeriksaan luar menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar tiga hari sebelum ditemukan.

Sementara korban di duga meninggal dunia akibat gangguan jantung, mengingat usia korban yang sudah lanjut,” jelas Yogas.

Dari hasil pemeriksaan di lokasi kejadian juga tidak menemukan adanya kehilangan barang berharga. Seluruh pintu dan jendela rumah dalam kondisi baik dan tidak ada tanda tanda kerusakan.

Anggota keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan memilih tidak menempuh proses hukum. Keluarga juga menolak dilakukan autopsi serta telah membuat surat pernyataan resmi kepada pihak aparat  kepolisian.

Selanjutnya jenazah dibawa ke Paviliun Kenanga RSUD Jombang untuk dilakukan visum luar dan pemulasaran sebelum diserahkan kepada keluarga untuk di kebumikan.-April/Jhon.
Previous Post Next Post