JAKMAS || MOJOKERTO — Di kawasan bersejarah Trowulan, Kabupaten Mojokerto, berdiri Padepokan Sambung Roso Mojopahit (SRM). Sebuah lembaga kebudayaan dan spiritual yang giat melestarikan tradisi Jawa, dengan pilar utama ajaran Kawruh Jawa Kasampurnan Budi Luhur. Dipimpin oleh Ki Suryo Alam, padepokan ini menyatukan pelestarian budaya, spiritualitas, dan semangat kebangsaan dalam harmoni yang selaras.
Setiap Hari Kamis malam Jumat Pon, suasana Paseban SRM menjadi tempat berkumpul yang khidmat. Majelis Kasampurnan Budi Luhur menggelar rutinan ngaji bareng untuk membedah wulang reh dan piwulang kaweruh Jawa. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bersama, di mana para anggota dan masyarakat umum dapat mendalami nilai-nilai luhur yang telah diwariskan leluhur sejak turun-temurun.
Silsilah ajaran ini berakar kuat pada Romo Cokro Wibowo atau Ki Ageng Damar Asih, generasi ke-7 Guru Besar Kasampurnan Budi Luhur yang berpusat di lereng Gunung Arjuna, Desa Tambak Watu. Inti ajaran ini menekankan pada keselarasan hidup, menyelaraskan jagat gedhe dan jagat cilik, serta membimbing manusia menempuh jalan budi pekerti yang luhur di tengah kehidupan modern.
Kegiatan padepokan tak terbatas pada ruang spiritual semata. SRM rutin menyelenggarakan doa lintas agama, peringatan hari jadi Wilujengan Ambal Warsa, hingga pembagian takjil di sekitar situs Trowulan saat bulan puasa. Kepedulian terhadap warisan leluhur juga terlihat dari upaya merawat punden dan makam kuno, termasuk pemasangan simbol Surya Majapahit di situs-situs bersejarah.
Ki Suryo Alam dan jajaran pengurus terus berupaya menghidupkan kembali nilai-nilai kearifan lokal yang mulai tergerus zaman. Wejangan Jawa yang disampaikan setiap malam Jumat Pon menjadi penuntun hidup sederhana namun bermakna: hidup selaras dengan alam, sesama, dan Sang Pencipta. Semangat inilah yang membuat keberadaan padepokan ini terus dirindukan masyarakat luas.
Melalui jalur budaya dan spiritualitas yang lembut namun teguh, Padepokan Sambung Roso Mojopahit berperan merawat ingatan sejarah kejayaan Majapahit sekaligus menyebarkan pesan persatuan. Kebinekaan bukan pemisah, melainkan kekuatan yang disatukan oleh budi luhur. Semoga langkah ini senantiasa diridhoi dan membawa berkah bagi kita semua.(Jhon).