Ki Suryo Alam: Menebar Nilai Budi Luhur Lewat Jalur Budaya dan Kearifan Leluhur

JAKMAS || MOJOKERTO — Di tengah derasnya arus modernisasi, ajaran Kawruh Jawa Kasampurnan Budi Luhur yang dikembangkan Ki Suryo Alam hadir menjawab kerinduan masyarakat akan nilai-nilai luhur. Diakui negara sebagai aliran Penghayat Kepercayaan, ajaran ini semakin memperkaya khazanah spiritualitas bangsa melalui jalur budaya yang damai dan sejuk.
 
Melalui Padepokan Sambung Roso Mojopahit, Ki Suryo Alam menguraikan esensi ajaran leluhur agar lebih mudah dipahami masyarakat masa kini. Penguatan spiritual kebudayaan bukan sekadar menjaga tradisi, melainkan menjadi jembatan strategis menyatukan keberagaman bangsa Indonesia melalui jalur budaya yang tulus dan harmonis.
 
“Budaya dan spiritualitas Jawa bukan masa lalu yang usang, melainkan kompas moral yang relevan menavigasi kehidupan modern. Lewat jalur budaya, kita merawat ingatan sekaligus menyebarkan kedamaian yang melintasi segala perbedaan,” ungkap Ki Suryo Alam. Pesan ini menjadi landasan kuat setiap langkah yang dilakukan padepokan.
 
Inti ajaran bertumpu pada konsep Sangkan Paraning Dumadi, yang mengajak manusia menyadari hakikat keberadaan: dari mana asal dan ke mana tujuan hidup. Kesadaran ini menanamkan keyakinan bahwa kita semua adalah ciptaan Tuhan yang kelak akan kembali menghadap-Nya dalam keadaan suci dan bersih.
 
Ajaran ini juga menekankan lima perilaku utama untuk mencapai kemurnian jiwa: kejujuran, kesabaran, keikhlasan, welas asih, serta eling lan waspada. “Manusia yang sempurna adalah yang menundukkan egonya sendiri. Lima sifat ini membersihkan cermin jiwa agar memantulkan cahaya kebaikan Tuhan,” tambah Ki Suryo Alam.
 
Penyelarasan Jagat Gede dan Jagat Cilik menjadi kunci lainnya. Menjaga alam semesta beriringan dengan menata batin diri sendiri. Ketika damai di dalam diri, damai pula lingkungan di sekitarnya. Warisan leluhur ini diharapkan menjadi benteng moral yang mempererat persatuan dan menjaga keharmonisan bangsa.(Jhon/Suryo).
Previous Post Next Post