JAKMAS || JOMBANG – Proses penapisan dan penetapan nama‑nama calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode khidmah 2026–2031 telah rampung dilalui dalam sidang tabulasi usulan di Muktamar ke‑35. Sidang berlangsung di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, hingga dini hari Senin (31/8/2026). Kelima nama terbaik kini siap diserahkan kepada Rais Aam beserta jajaran Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA).
📊 Hasil Perolehan Suara Awal
Dari penghitungan yang dilakukan, urutan perolehan dukungan terlihat jelas:
- 🥇 KH Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin) – memimpin jauh dengan 472 suara
- 🥈 KH Zulfa Mustofa – 262 suara
- 🥉 KH Abdussalam Shohib (Gus Salam) – 261 suara
- KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) – 258 suara
- KH Nusron Wahid – 207 suara
⚠️ Penapisan Ketat: Tiga Tokoh Tidak Memenuhi Syarat
Meskipun masuk lima besar secara hitungan angka, nama KH Nusron Wahid terpaksa dinyatakan gugur karena masih menjabat sebagai pejabat politik/menteri. Pimpinan sidang kemudian mengambil nama berikutnya dengan suara tertinggi, yaitu KH Muhammad Yusuf Chudlori (Gus Yusuf)—namun ia juga tidak lolos terganjal ketentuan masa iddah jabatan politik. Hal yang sama terjadi pada calon selanjutnya, KH Saifullah Yusuf (Gus Ipul), yang belum memenuhi syarat karena masih berstatus pejabat negara/politik.
✅ Lima Nama Resmi yang Diajukan
Penyusuran berlanjut hingga ditemukan kelanjutan yang sah di posisi kedelapan: KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) yang dinyatakan murni syarat dan menyatakan kesediaannya maju. Akhirnya daftar lengkap dan sah yang kini diusulkan ke Rais Aam dan AHWA adalah:
1. KH. Abdul Hakim Mahfudz (Gus Kikin)
2. KH. Zulfa Mustofa
3. KH. Abdussalam Shohib (Gus Salam)
4. KH. Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya)
5. KH. Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin)
Proses ini menjadi bukti ketegasan aturan agar kepemimpinan NU berdiri di atas kemandirian dan kesucian amanah. Langkah selanjutnya kini berada di tangan AHWA untuk menentukan arah pemimpin pusat baru bagi warga Nahdliyin di masa mendatang. (Jhon/Budi B).