JAKMAS || MOJOKERTO — Di sejuknya kaki barat Bukit Bekel, salah satu gunung pendamping Gunung Penanggungan, tersimpan permata sejarah yang tak lekang waktu. Petirtaan Jolotundo, yang juga dikenal sebagai Candi Jolotundo atau Jalatunda, berdiri megah sekaligus menyejukkan di Dukuh Balekambang, Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto. Berjarak sekitar 50 kilometer ke arah selatan dari Surabaya dan 25 kilometer tenggara dari Mojokerto, tempat ini menyimpan kisah panjang peradaban yang tak banyak diketahui masyarakat luas.
Banyak yang mengira Jolotundo dibangun pada masa Kerajaan Kahuripan di bawah pemerintahan Raja Airlangga. Padahal, jejak sejarah menunjukkan kompleks petirtaan ini justru sudah berdiri sejak masa Kerajaan Medang, saat pusat kekuasaan kerajaan telah berpindah dari Jawa Tengah ke Jawa Timur. Diperkirakan, petirtaan ini dibangun pada masa pemerintahan Sri Isyana Tunggawijaya, putri Raja Mpu Sindok, yang bersuamikan Sri Lokapala, seorang bangsawan dari Pulau Bali. Artinya, usia Jolotundo jauh lebih tua dari yang selama ini dikira banyak orang!
Keistimewaan Jolotundo tak hanya pada usianya yang tua. Mata air yang memancar dari petirtaan ini dipercaya memiliki kandungan mineral yang sangat tinggi. Bahkan, sejumlah penelitian menyebut air ini sebagai salah satu mata air terbaik di dunia, disejajarkan dengan kemuliaan dan keberkahan Air Zamzam. Tak heran jika hingga kini, ribuan orang terus berdatangan, baik pada hari biasa maupun pada malam-malam istimewa, untuk mengambil air sekaligus berziarah dengan penuh keyakinan.
Dulu, Jolotundo adalah kolam suci tempat penyucian diri dan pemandian para bangsawan serta raja. Kini, fungsinya melebar menjadi tempat yang tak sekadar sarana spiritual dan ziarah, melainkan juga destinasi wisata keluarga yang asri. Banyak pengunjung yang menggabungkan kunjungan ke petirtaan ini dengan mendaki menuju puncak Gunung Penanggungan atau Bukit Bekel, menikmati segarnya udara pegunungan sekaligus merasakan keberkahan air yang telah memancar sejak seribu tahun lalu.(Nis/Mad).