Acara Bertema NUSANTARA "ARYA MERCUSUAR DUNIA" Di Gelar Megah di Puri Nusantara Agung Cibubur

JAKMAS || BOGOR – Sebuah acara bertema kebangkitan dan persatuan budaya Nusantara dengan nama besar "Arya Mercusuar Dunia: Rakyat Makmur Sejahtera Berkeadilan, Jagad Raya Damai Sentosa, Jaya Jaya Wijayanti... Sempoerna" berlangsung penuh kehangatan dan kemegahan di Puri Nusantara Agung, kawasan wisata Cibubur, Bogor, pada Kamis, 2 Juni 2026.
 
Acara yang digelar di kediaman pribadi penyelenggara, Srie Maharaja Kertrajasa Svarna Bhre Wirabumi Singha Karya, dihadiri oleh sekitar 50 undangan terpilih. Kehadiran para tokoh pemangku adat, raja-raja nusantara, hingga pejabat pemerintah Republik Indonesia menjadikan momen ini sebagai pertemuan yang memperkuat ikatan persaudaraan lintas wilayah dan budaya di Indonesia.
 
 
 
Hadirkan Tokoh Pemangku Adat dari Penjuru Tanah Air
 
Pertemuan ini menjadi bukti nyata persatuan kedaerahan dalam satu semangat Nusantara. Turut hadir tokoh-tokoh terhormat antara lain:
 
- Raja Siau dari Sulawesi Utara
- Raja Bone dari Sulawesi Selatan
- Sultan Barus dari Sumatera Utara
- Serta berbagai tokoh adat dan pemuka masyarakat dari berbagai daerah lainnya
 
Tak hanya tokoh tradisional, acara ini juga dihadiri oleh dua orang pejabat pemerintah Republik Indonesia. Kehadiran mereka menjadi jembatan penting antara nilai-nilai kearifan lokal dengan kebijakan pembangunan nasional.
 
 
 
Makna dan Harapan di Balik Acara
 
Dalam suasana penuh kekeluargaan, seluruh undangan menyampaikan harapan besar untuk keutuhan bangsa. Tema yang diusung menggambarkan cita-cita luhur: menjadikan Nusantara sebagai mercusuar yang menerangi dunia, mewujudkan kehidupan rakyat yang makmur, adil, dan sejahtera, serta membawa damai dan kejayaan yang sempurna bagi seluruh jagad raya dan penerus bangsa Wijayanti.
 
Penyelenggara menyampaikan bahwa pertemuan ini bukan sekadar seremoni, melainkan komitmen bersama untuk menjaga warisan budaya, mempererat persaudaraan antar suku dan bangsa, serta berkontribusi bagi kemajuan Indonesia yang berlandaskan kearifan lokal.(Cakjhon).
Previous Post Next Post