JAKMAS | Morowali – Dalam momentum peringatan Hari Kelahiran Pancasila, Paguyuban Reksa Aji Benggawi bersama Gus Mojopahit (Gus To)serta para pemuka agama, budaya, dan pemimpin masyarakat dari berbagai elemen terutama dari kabupaten Morowali dan Luwuk Banggai bersatu menyampaikan ucapan selamat dan penghormatan yang mendalam atas lahirnya dasar negara Indonesia. Peristiwa bersejarah yang menjadi landasan persatuan bangsa ini diperingati sebagai wujud nyata menjaga nilai luhur, persatuan, dan keberagaman yang telah menjadi identitas bangsa Indonesia.
Dalam pernyataan bersama yang disampaikan, seluruh elemen yang tergabung menegaskan bahwa Pancasila bukan sekadar simbol kenegaraan, melainkan pedoman hidup yang mengikat seluruh rakyat Indonesia dalam bingkai keberagaman. Semangat persatuan, gotong royong, dan toleransi yang terkandung di dalam sila-sila Pancasila diharapkan senantiasa tumbuh subur di tengah masyarakat, menjadi kekuatan utama dalam menjaga kedaulatan dan kemajuan bangsa di masa kini maupun masa depan.
Pada momen yang penuh makna ini, perhatian juga tertuju pada sosok Gus Mojopahit, yang tidak hanya dikenal sebagai tokoh budaya dan pemersatu, namun juga sebagai Dewan Pendiri Yayasan Pondok Pesantren Salafiyah Ridholloh. Perjalanannya mengabdi di dunia pendidikan dan pembinaan generasi muda telah menempuh usia ke-45 tahun, terhitung sejak yayasan tersebut resmi berdiri pada tahun 1981 hingga tahun 2026 ini.
Selama empat setengah dekade pengabdiannya, Gus Mojopahit terus konsisten membina lingkungan pendidikan yang tidak hanya mengajarkan ilmu agama dan pengetahuan umum, tetapi juga menanamkan nilai-nilai luhur kebangsaan yang bersumber dari Pancasila. Di bawah kepemimpinan dan bimbingannya, Ponpes Salafiyah Ridholloh tumbuh menjadi lembaga pendidikan yang melahirkan generasi-generasi berakhlak mulia, cerdas, dan memiliki rasa cinta tanah air yang tinggi.
“Pancasila adalah rumah besar kita semua. Di dalamnya, semua elemen bangsa, termasuk lembaga pendidikan seperti Ponpes Salafiyah Ridholloh, tumbuh dan berkembang untuk berbakti kepada agama, bangsa, dan negara,” ungkap perwakilan Paguyuban Reksa Aji Benggawi.
Lebih lanjut disampaikan, bahwa pengabdian Gus Mojopahit selama 45 tahun ini menjadi bukti nyata bagaimana nilai-nilai Pancasila dijalankan secara konsisten dalam bentuk kerja nyata, pendidikan, dan pelayanan kepada masyarakat. Sinergi antara kekuatan budaya yang diusung Paguyuban Reksa Aji Benggawi dengan semangat pendidikan yang diemban Gus Mojopahit menjadi satu kesatuan tujuan: menjaga keutuhan bangsa dan mewariskan nilai luhur kepada generasi penerus.
Para pemuka dan pemimpin masyarakat yang hadir dalam pertemuan ini sepakat untuk terus memperkuat sinergi antar elemen, menjaga kerukunan, dan bersama-sama menjadikan Pancasila sebagai fondasi utama dalam setiap langkah pembangunan sosial, budaya, dan pendidikan di Indonesia.
Peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini pun menjadi momen istimewa yang menggabungkan semangat kenegaraan dengan penghargaan atas dedikasi panjang seorang tokoh yang telah mendedikasikan hidupnya demi kemajuan pendidikan dan kelestarian nilai-nilai luhur bangsa. Semoga semangat persatuan dan pengabdian ini terus mengalir, menjaga Indonesia tetap kokoh, damai, dan sejahtera sepanjang masa.(,Bambang/Jhon).