Situs Bre Kahuripan Klinterejo dan Situs Kumitir Mojokerto Kembali Di Pugar

JAKMAS | Mojokerto – Upaya menyelamatkan jejak kejayaan masa lalu kembali digencarkan. Dua situs bersejarah peninggalan Majapahit, yakni Situs Klinterejo dan Situs Kumitir, kini memasuki tahap pemugaran menyeluruh. Kegiatan yang direncanakan berjalan selama delapan bulan ini menjadi langkah strategis dalam menjaga warisan budaya nasional, meskipun pembenahan fisik tidak dilakukan secara serentak di seluruh wilayah situs.
 
Berbeda dengan proyek pembangunan biasa, pemugaran di lokasi cagar budaya ini menerapkan metode bertahap dan sangat hati-hati. Di Situs Klinterejo, fokus utama perbaikan tertuju pada pagar keliling sisi utara kompleks bangunan suci tersebut. Bentangan pagar sepanjang 183 meter yang memanjang dari timur ke barat ini nantinya akan ditata ulang menggunakan susunan bata berlapis, mengembalikan wujud aslinya sesuai data sejarah yang ada.
 
Riedy Prastowo, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Mojokerto, menegaskan bahwa upaya ini tidak akan menyentuh bagian inti bangunan. "Pemugaran di Klinterejo hanya menyasar area utara saja, tidak sampai masuk ke bagian pusat bangunan kuno. Dari total luas situs yang mencapai 6 hektare, kami hanya menangani titik-titik tertentu yang memang sudah siap ditangani," ungkapnya usai meninjau lokasi, Selasa (19/5).
 
Prinsip yang sama juga diterapkan di Situs Kumitir. Di lokasi ini, perbaikan fisik bangunan kuno sepenuhnya mengacu pada data temuan arkeologis yang telah dikantongi sebelumnya. Kendala utama yang menentukan luas jangkauan kerja adalah status kepemilikan lahan. "Pemugaran ini prioritas kami lakukan di lahan yang sudah selesai proses pembebasannya. Jadi memang harus bertahap, menyesuaikan ketersediaan lahan dan data pendukung," jelas Riedy.
 
Selain perbaikan struktur fisik, Situs Klinterejo bakal menjadi lokasi penggalian ilmiah kembali. Tim arkeolog diagendakan melakukan ekskavasi lanjutan tepat di area lapangan desa atau bagian tengah kompleks bangunan peninggalan Raja Hayam Wuruk tersebut. Berbeda dengan Klinterejo, Situs Kumitir sementara waktu belum direncanakan untuk digali kembali.
 
Endah Budi Heryani, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Timur, menjelaskan bahwa hasil dari penggalian di Klinterejo nantinya menjadi kunci rencana kerja tahun depan. "Data yang didapat dari ekskavasi ini akan menjadi dasar utama kami merancang pemugaran tahap selanjutnya di tahun mendatang. Jadi kegiatan ini ada kaitannya satu sama lain, saling melengkapi," ujar Endah.
 
Saat ini, seluruh tim teknis masih sibuk menyusun persiapan matang sebelum pekerjaan fisik dimulai. Mengingat durasi kerja yang cukup panjang, hingga delapan bulan ke depan, segala aspek teknis maupun administrasi harus sudah tersusun rapi. "Saat ini kami masih menyiapkan sarana pendukung dan ruang kerja untuk kegiatan administrasi serta teknis di lapangan. Semuanya harus dirancang baik agar pelestarian ini berjalan sesuai kaidah pelindungan cagar budaya," tandas Endah.
 
Langkah nyata ini merupakan kelanjutan dari rangkaian sosialisasi yang telah digelar di kedua desa lokasi situs pada pertengahan April lalu. Pemugaran ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam menjaga, melindungi, dan mewariskan jejak kejayaan Majapahit sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas sejarah bangsa Indonesia(Wandi/Jhon).
Previous Post Next Post