JAKMAS || Jombang - Berbagai tradisi dilakukan umat muslim menjelang datangnya bulan suci Ramadhan. Selain menggelar prosesi megengan yang diselingi pembacaan ayat-ayat suci Al-Qur'an, yang tak kalah pentingnya adalah tradisi gugur gunung, yaitu pembersihan makam leluhur.
Tradisi gugur gunung seakan menjadi kewajiban bagi warga muslim Desa Curahamlang Sumobito Jombang ,sebelum menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh. Secara bergotong-royong, mereka mendatangi pemakaman leluhurnya. Selain melakukan bersih-bersih, beberapa di antaranya juga menyempatkan diri melakukan ziarah yang ditandai dengan pembacaan doa dan tabur bunga di pusara pemakaman keluarga.
Masyarakat berjibaku gotong royong untuk melakukan bersih-bersih di pemakaman umum Desa Curahmlang Baik Makam Gede atau Makam kecil ,seluruh perangkat Desa pun turut hadir di acara itu untuk bersama sama secara sukarela melakukan kegiatan tahunan itu.
Dedik Irawan Kepala Dusun Krajan Desa Curahmalang Sumobito Jombang"menyampaikan" Hampir tiap tahun, utamanya beberapa hari menjelang datangnya bulan puasa, warga secara bergotong-royong mendatangi area pemakaman umum guna melakukan kerja bakti, bersih-bersih makam "Mas! Ujarnya".
"Memang ada makna cukup mendalam di balik kegiatan gugur gunung ini. Selain menjadikan area pemakaman nampak bersih dan tertata apik, juga sebagai media untuk mengingatkan setiap orang kalau kelak juga akan mengalami proses kehidupan seperti itu," Jelasnya di sela-sela kegiatan gugur gunung, Minggu 15/02/2026.
"Dedik Menambahkan "Kegiatan seperti ini memang di anjurkan oleh ibu kepala desa HJ Eniy sulciatin SH tiap tahun karna dari dulu Budaya Gugur gunung selalu di adakan ,dari lima Dusun yang berkumpul di Pemakaman umum Curahmalang ini hanya empat ,Karna Dusun Pojok punya pemakaman sendiri "mas"tambahnya.
Menurutnya, banyak dari warga muslim beranggapan tidaklah sempurna ibadah puasanya kalau mereka belum melakukan ziarah dan bersih-bersih kuburan leluhurnya. Sebab banyak dari mereka meyakini saat bulan Ramadhan nanti, arwah para leluhur yang lebih awal berpulang itu akan kembali pulang dan berkumpul bersama meski dengan dimensi berbeda.
"Anggapan ini yang akhirnya menjadi sebuah kewajiban saat menjelang bulan puasa mereka harus membersihkan pemakaman keluarganya seraya memanjatkan doa.
Namun sejatinya, dengan pemakaman yang bersih dan tertata apik tentu akan lebih menyedapkan pandangan dan menghilangkan kesan angker dari sebuah pekuburan. Dan yang terpenting, kebersihan merupakan bagian dari iman. Dengan iman yang kuat, tentu ibadah puasa kita bakal semakin sempurna," pungkasnya.-(RKM/JHON).